Patah Hati Ternyata Dapat Berdampak Fatal bagi Kesehatan

Patah hati tidak hanya menyiksa perasaan, namun ternyata juga memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Orang yang sedang mengalami sakit hati memiliki resiko mengalami gangguan kesehatan atau terkena penyakit tertentu. Gangguan atau penyakit tersebut bahkan dapat diterima ketika orang yang patah hati sedang dalam keadaan fit atau sehat. Salah satu gangguan penyakit yang berhubungan dengan sakit hatinya seseorang adalah sindrom patah hati atau Takotsubo cardiomyopathy.

Penyebab dari sindrom ini masih belum jelas pastinya, namun dipercaya bahwa Sindrom Patah Hati disebabkan oleh penderitanya yang stress diikuti dengan lonjakan hormon stress seperti adrenalin yang dapat merusak jantung bagi sebagian orang. Sindrom Patah Hati seringkali didahului oleh peristiwa/kegiatan fisik yang sangat intens, seperti operasi bedah dan patah tulang. Selain itu, dari segi emosi dapat juga disebabkan karena kehilangan seseorang yang berharga atau argumen yang sangat keras dapat menjadi pemicunya.

Gejala paling umum yang terjadi pada penderita sindrom patah hati adalah rasa nyeri dada disertai sesak napas. Gejala tersebut dapat saja terjadi walaupun tidak ada riwayat penyakit jantung sekalipun. Pada beberapa kasus, penderitanya bisa mengalami gagal otot jantung sampai yang paling ekstrim, meninggal dunia. Sindrom ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Sebuah studi yang diterbitkan oleh  Journal of the American Heart Association bahkan membuktikan 88% dari penderita Sindrom Patah Hati adalah wanita.

Untungnya, sindrom patah hati biasanya hanya berlangsung selama beberapa minggu. Penderitanya juga memiliki resiko rendah untuk ”kambuh”. Segera hubungi dokter apabila gejala Sindrom Patah Hati dialami secara terus menerus atau mulai mengganggu aktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *