Istilah belum disebut “makan” jika tidak ada nasinya masih melekat di masyarakat kita. Hal tersebut juga terjadi pada mie instan yang dimakan berbarengan dengan nasi putih. Lantas, apa masalahnya jika kita makan mie instan dengan nasi?
Asupan Karbohidrat Berlebih
Mie dan nasi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat. Apabila mengkonsumsinya secara bersamaan dikhawatirkan tubuh akan terlalu cepat merasa kenyang tanpa adanya atau dengan minimnya asupan nutrisi penting lainnya seperti protein dan serat. Seperti yang kita ketahui, mie instan tidak mengandung protein, serat, maupun vitamin. Tubuh seseorang yang tidak terpenuhi kebutuhan nutrisinya akan beresiko mengalami malnutrisi. Perlu diketahui bahwa tubuh memerlukan setidaknya 2 hari untuk mencerna mie instan. Oleh karena itu, mengkonsumsi mie instan setiap hari sangat berbahaya bagi sistem pencernaan tubuh kita.
Mengganggu Fungsi Pankreas
Pankreas adalah organ yang berfungsi menghasilkan insulin untuk membantu tubuh mencerna gula dan karbohidrat. Organ ini akan bekerja ekstra keras apabila tubuh mengonsumsi karbohidrat berlebih. Kondisi tersebut apabila terus berlangsung secara terus-menerus, maka dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada pankreas.
Meningkatkan Risiko Diabetes dan Obesitas
Masih berhubungan pembahasan sebelumnya, jika pankreas rusak maka tubuh beresiko besar terkena penyakit Diabetes Melitus tipe 2. Penyakit ini disebabkan karena tubuh tidak dapat mencerna gula dengan baik karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Gejala yang lumrah terjadi pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 adalah mudah lelah dan mudah mengantuk setelah makan.
Kabar buruknya, mengkonsumsi mie instan bersamaan dengan nasi juga memiliki risiko lain, yakni obesitas. Obesitas adalah kondisi dimana lemak berlebih menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini mungkin saja terjadi apabila kita terlalu banyak mengkonsumsi mie instan dan nasi tanpa dibarengi dengan konsumsi makanan lain yang mengandung protein, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga juga dapat meningkatkan risiko obesitas.
Berpotensi merusak organ hati
Karbohidrat bisa dipecah menjadi lemak saat diserap ke dalam tubuh. Proses lemak ini dapat dibantu oleh hati. Organ ini memiliki risiko kerusakan apabila lemak yang diproses merupakan lemak jahat dan jumlahnya terlampau banyak.
Makanlah Mie Instan dengan Sehat
Mie Instan pada dasarnya adalah makanan yang membantu kita merasa kenyang dalam waktu singkat. Makanan ini lebih cenderung masuk ke dalam kategori junk food daripada makanan pokok seperti nasi. Oleh karenanya, ada baiknya kita mengkonsumsinya dengan cara yang lebih sehat, seperti menambahkan sayuran, telur atau daging untuk menyeimbangkan nutrisi di dalamnya. Menambahkan bahan lain seperti sayuran pada mie instan diharapkan dapat membantu tubuh mencernanya secara lebih baik. Akan tetapi, perlu diingat walaupun sudah ditambahkan dengan bahan makanan sehat lainnya, mengkonsumsi mie instan setiap hari bukan merupakan langkah yang bijak.