Segala jenis layanan kesehatan, baik rumah sakit, klinik maupun puskesmas pasti memiliki rekam medis dari pasien yang berobat di sana. Tanpa rekam medis, maka penanganan pasien akan sulit untuk dieksekusi, karena catatan ini memuat banyak informasi penting yang dijadikan sebagai acuan tindakan medis di semua jenis layanan kesehatan. Seiring dengan perkembangan zaman, muncul inovasi berupa Electronic Medical Record. Lantas, apa pengertian dan kelebihan dari Electronic Medical Record?
Apa itu Rekam Medis?
Sebelum membahas Electronic Medical Record (EMR), ada baiknya kita membahas versi konvensionalnya terlebih dahulu. Rekam medis adalah berkas data yang berisikan identitas pasien, segala tindakan yang dilakukan terhadap pasien dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan. Pencatatan dan pendokumentasian tersebut harus tertera secara kronologis, sistematis dan akurat, dan harus tertulis jelas nama, tanda tangan dan waktu saat tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan tersebut.
Menurut UU Praktik Kedokteran dalam penjelasan pasal 46 ayat (1) yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian rekam medis diperkuat melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 269/2008, bahwa jenis data rekam medis dapat berupa teks (baik yang terstruktur maupun naratif), gambar digital (jika sudah menerapkan radiologi digital), suara (misalnya suara jantung), video maupun yang berupa biosignal seperti rekaman EKG.
Segala jenis informasi yang terdapat dalam rekam medis bersifat rahasia. Berkas-berkas tersebut dimiliki oleh layanan kesehatan seperti rumah sakit, lalu ringkasannya dapat dilihat dan dimiliki oleh pasien dan orang yang diberi hak untuk melihat oleh pasien. Setiap layanan kesehatan yang memiliki rekam medis wajib menyimpan dan merahasiakannya secara aman. informasi yang terdapat dalam rekam medis tiap pasien.
Apa itu Rekam Medis Elektronik?
Setelah membahas pengertian dari rekam medis, kita akan berlanjut ke Rekam Medis Elektronik atau Electronic Medical Record. Sederhananya, EMR merupakan bagian dari sistem informasi kesehatan berbasis digital yang menyediakan secara rinci data demografi pasien, riwayat kesehatan, alergi, dan riwayat hasil pemeriksaan laboratorium serta beberapa diantaranya juga dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. EMR dapat juga dikatakan sebagai rekam medis dengan teknologi terkini yang menggantikan rekam medis manual atau konvensional. Salah satu perundang-undangan yang mendukung keberadaan EMR adalah Permenkes No. 269 tahun 2008 Bab II pasal 2 ayat 1 menyebutkan bahwa rekam medis harus dibuat secara tertulis, lengkap dan jelas atau secara elektronik.
Apa saja kelebihan Rekam Medis Elektronik?
Proses pengoperasian EMR tidak lagi memerlukan kertas, karena semua sudah dikomputerisasi secara digital. Tidak dapat dipungkiri, transisi dari rekam medis berbasis kertas ke elektronik tentunya memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit, hanya saja manfaat dan kelebihannya yang dirasakan akan sebanding dalam jangka panjang. Apa saja kelebihan Electronic Medical Record dibandingkan Rekam Medis Manual?
Efisiensi Biaya dan Waktu
EMR tidak memerlukan kertas, alat tulis, dan rak-rak penyimpanan yang besar sehingga biaya yang dibutuhkan lebih efisien. Selain itu, dalam proses pengumpulan datanya pun tidak memerlukan banyak waktu karena semuanya sudah terdigitalisasi sehingga dapat dioperasikan cukup dengan satu perangkat saja. Tenaga kesehatan juga tidak perlu repot-repot mencari berkas yang ingin diperbarui datanya.
Minim Resiko Kerusakan
Karena EMR merupakan sistem berbasis komputer, berkas-berkas yang tadinya berbentuk fisik berubah menjadi digital. Sistem yang berbasis digital, membuat data-data dan informasi yang terekam biasanya sudah tersimpan dalam cloud dengan aman dan tentunya tidak mungkin sobek layaknya berkas fisik berbahan kertas.
Meminimalisasi Kesalahan dan Kelalaian Pencatatan Data Pasien
EMR dapat didesain sedemikian rupa sehingga sistemnya mendukung agar data pasien diisi secara lengkap, sistematis, dan terintegrasi. Misalnya saat dokter mengisi data medis, tapi lupa mengisikan tensi dan alergi obat, maka sistem akan memberikan peringatan agar data-data yang penting diisi dengan lengkap terlebih dahulu. Sistem dan data yang terintegrasi juga sangat membantu tiap unit agar tidak salah dalam mengisikan informasi pasien, selain itu dengan integrasi data, maka dokter tidak perlu menginput ulang informasi yang sudah terekam pada EMR seperti riwayat penanganan dan data sosial pasien.
Basis Utama dalam Analisis
Analisis kualitas standar layanan dapat dilakukan melalui EMR karena terdapat data-data penanganan pasien oleh tenaga kesehatan yang terekam di dalamnya sehingga dapat dianalisis apakah penanganan sudah tepat waktu, pemberian resep obat sudah sesuai, dsb. Statistik-statistik kesehatan juga dapat dilihat melalui EMR contohnya jumlah pasien yang berobat berdasarkan kelompok umur dan jenis-jenis penyakit pasien di suatu RS. Lalu, dari segi finansial, EMR mengumpulkan seluruh informasi mengenai segala bahan yang digunakan dan tindakan yang dilakukan terekam di dalamnya, lalu dianalisis berapa biaya yang dibutuhkan dan tagihan yang harus dibayarkan oleh pasien sehingga rumah sakit terhindar dari kerugian. Semua analisis tersebut akan lebih cepat dan praktis dilakukan karena tidak perlu menyalin catatan dari berkas fisik ke digital.
Seiring dengan semakin majunya jaman, digitalisasi adalah keniscayaan bagi semua kelompok, tidak terkecuali bagi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Sebagai sektor yang mengedepankan kepuasan dan kepercayaan, fasilitas kesehatan tentunya harus memberikan yang terbaik bagi pasien yang berobat. Kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh sistem berbasis EMR dapat memangkas waktu dan ruangan untuk keperluan non-medis sehingga pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat dan memuaskan.