5 Manfaat Cloud Computing untuk Rumah Sakit

Digitalisasi yang terjadi di era modern mengubah cara kita berurusan dengan banyak hal seperti pekerjaan, hiburan, pendidikan, sampai kesehatan. Dewasa ini, tidak sedikit dari kegiatan pada bidang-bidang tersebut mulai meninggalkan traditional computation di mana pengoperasiannya bergantung pada perangkat tertentu untuk dapat mengakses data dan software di dalamnya. Banyak dari kegiatan tersebut mulai beralih ke komputasi on-demand atau cloud computing yang pengoperasiannya sudah tidak berfokus pada perangkat melainkan pada internet untuk mendapatkan akses akan data dan software.

Pengertian Cloud Computing

Cloud Computing merupakan kumpulan sumber daya sistem dan layanan canggih yang dapat terkirim secara singkat dengan memanfaatkan koneksi internet. Intinya cloud computing adalah tersedianya sumber daya komputer secara on-demand seperti penyimpanan data dan kekuatan komputasi. Cloud computing menawarkan sistem yang lebih kolaboratif, efisien, aman, dan fleksibel. Sistem ini menawarkan akses software melalui sistem berlangganan atau Software as a Service (SaaS) yang lebih user friendly karena dapat diakses kapan dan dimana saja. Selain itu sistem ini juga menawarkan kekuatan komputasi yang lebih besar melalui koneksi internet. Salah satu pemanfaatan cloud computing di bidang kesehatan adalah sistem informasi pelayanan kesehatan seperti yang terdapat pada rumah sakit dan klinik.

Potensi Cloud Computing bagi Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan yang beralih ke cloud computing dipercaya dan terbukti dapat menguntungkan tidak hanya bagi pekerja di dalamnya atau organisasi secara keseluruhan tapi juga bagi pasien yang berobat. Peralihan ke sistem cloud computing selain mudah dilakukan (karena tidak perlu proses instalasi) juga menawarkan banyak manfaat selain hanya penghematan biaya.

Bila dilihat dari sudut pandang pasien modern yang terbiasa mengakses segala hal secara instan, cloud computing mewujudkannya dengan memberikan berbagai layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Pasien juga dimungkinkan mengakses data kesehatan masing-masing sehingga dapat memilih atau merencanakan layanan kesehatan mereka sendiri. Dengan kata lain, cloud computing berusaha menghilangkan batasan jarak yang awalnya menghalangi pasien untuk mengakses layanan kesehatan.

Menurut laporan Health Cloud Computing Market pada 2020, pangsa pasar cloud computing di sektor pelayanan kesehatan diperkirakan naik 18,1% tiap tahunnya dengan nilai 28,1 milyar dollar (sekitar 403 triliun rupiah) pada 2020 menjadi 64,1 milyar dollar (920 triliun rupiah) pada 2025. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh banyak hal seperti digitalisasi yang semakin gencar, peningkatan teknologi, tingginya permintaan rumah sakit besar untuk dilakukan integrasi dan digitalisasi sistem, dll.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pesatnya perkembangan teknologi khususnya cloud computing sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi covid-19. Fitur-fitur paperless dan minim kontak lainnya yang ditawarkan oleh cloud computing sangat dibutuhkan oleh banyak pelayanan kesehatan. Beberapa hal yang sudah disebutkan di atas baru sebagian dari kelebihan dan kemampuan yang ditawarkan cloud computing. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan atau manfaat dari cloud computing untuk rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya.

Hemat Waktu dan Biaya

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, alih-alih memfokuskan kegiatan dan anggaran pada peralatan (pusat data, server, dll.), pelatihan staf, dan perawatan alat (perbaruan hardware), rumah sakit atau klinik bisa menyerahkannya pada pihak ketiga dalam hal ini penyedia layanan atau sistem cloud tersebut. Dengan begitu rumah sakit, klinik, atau pelayanan kesehatan lainnya dapat menghemat biaya dan waktu serta lebih fokus pada peningkatan kolaborasi dan layanan.

Sekarang tidak sedikit rumah sakit yang sudah meninggalkan kertas untuk keperluan penyimpanan data atau operasional lainnya. Baik EMR (Electronic Medical Record) maupun EHR (Electronic Health Record) yang disimpan di cloud memungkinkan data-data di dalamnya diperbarui dan diolah oleh dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lain.

Cloud computing juga memberikan rumah sakit kenyamanan dalam melakukan pengembangan dan perbaikan sistem karena dapat dilakukan hanya dengan melakukan modifikasi dan koordinasi dengan pihak penyedia server atau layanan cloud. Data-data rumah yang keluar masuk dalam bentuk EMR dan bentuk-bentuk lain melalui aplikasi pelayanan kesehatan yang berbasis cloud dianggap sempurna untuk sistem yang terus dikembangkan dan diperbaiki sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan efisiensi biaya.

Keamanan dan Kepemilikan Data

Survei yang dilakukan oleh McAfee pada 2019 lalu menunjukan bahwa 87% perusahaan mengalami akselerasi bisnis berkat penggunaan layanan berbasis cloud. Sementara dari segi keamanan, lebih dari setengah perusahaan merasakan keamanan yang lebih baik dengan sistem cloud dibanding sistem sebelumnya yang cenderung konvensional.

Cloud computing (melalui EHR) memberikan keleluasaan pasien untuk mengakses data kesehatan mereka. Dengan kata lain, langkah ini meningkatkan peran pasien dalam menentukan nasib kesehatan mereka sekaligus sebagai sarana edukasi dan interaksi dengan pasien.

Rekam medis juga dapat disimpan dan diambil dengan mudah jika disimpan di cloud. Duplikasi dan penggunaan berulang data dapat dikurangi seiring dengan penggunaan cloud computing . Proses back up data sudah terjadi secara otomatis dan recovery nya juga berlangsung secara jauh lebih sederhana.

Interoperabilitas

Interoperabilitas ditujukan untuk mewujudkan integrasi data pada sistem pelayanan kesehatan, terlepas dari asal data atau penyimpanannya. Akibatnya, data pasien siap didistribusikan dan diambil insight nya baik untuk keperluan perencanaan maupun pemberian layanan kesehatan.

Cloud computing memudahkan rumah sakit mengakses data-data pasien dari berbagai sumber lalu meneruskannya kepada stakeholder agar dapat dilakukan pembuatan resep dan penanganan yang diperlukan. Proses ini dapat dilakukan tanpa batasan tempat asalkan tersambung dengan jaringan internet.

Tidak hanya di rumah sakit, interoperabilitas juga dapat terjalin di segmen kesehatan lain seperti farmasi, asuransi, dan pembayaran. Dengan begitu, proses pertukaran data antar stakeholder dapat dilakukan dengan lancar yang berarti mempercepat pemberian layanan sekaligus membuktikan adanya efisiensi dalam prosesnya.

Telemedicine

Fitur telemedicine bisa jadi salah satu fitur paling penting selama terdapat pembatasan aktivitas masyarakat seperti yang ditetapkan di rumah sakit terkait batasan kunjungan atau bahkan sampai new normal. Fitur ini memberikan kemudahan akan pemberian layanan kesehatan sekaligus meningkatkan pengalaman ke pasien.

Kehadiran aplikasi telemedicine dapat membantu pasien mengakses layanan kesehatan dari jauh. Peran aplikasi ini menjadi sangat krusial dalam penanganan pasien apalagi pada masa pandemi dan juga tidak kalah pentingnya pada masa new normal dalam penanganan pasien dengan gejala rendah atau sedang sehingga tidak menimbulkan kerumunan atau antrian di rumah sakit.

Membuka Peluang untuk Pengaplikasian Big Data

Ketika rumah sakit masih menyimpan data-data pasien dengan media kertas, maka secara tidak langsung rumah sakit membuang peluang pemanfaatan data pasien. Data-data tersebut akan lebih susah diolah karena selain susah dicari juga rawan hilang atau tidak dilakukan penyimpanan dalam bentuk soft file.

Penggunaan sistem cloud dalam pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit tentunya akan melibatkan banyak sekali data sehingga membuka peluang dalam pengaplikasian big data untuk berbagai keperluan seperti menganalisa penyakit pasien sampai melihat ancaman kesehatan publik di masa depan.

Pengaplikasian cloud computing di rumah sakit berdampak baik bahkan tidak hanya pada satu unit tertentu saja tapi juga pada industri kesehatan secara kolektif. Efisiensi waktu dan biaya, meningkatkan operabilitas dan kolaborasi, sampai memprediksi ancaman publik. Semua manfaat yang ditawarkan tersebut dapat dimulai dengan memilih Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang tepat bagi rumah sakit anda. Neurovi Medical System merupakan SIMRS berbasis cloud yang sudah mendukung EMR dan menawarkan fitur lengkap yang rumah sakit anda butuhkan.

Nah, tunggu apalagi? Masih ragu dengan Neurovi Medical System? Jangan sungkan untuk bertanya. Hubungi kami dan jadwalkan demo bersama kami sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *