Dampak Overthinking Bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Berpikir adalah sesuatu yang kita lakukan setiap hari atau bahkan setiap saat. Tanpa berpikir kita tidak bisa beraktivitas atau menentukan pilihan dengan benar setiap harinya. Namun, pernahkah Anda berpikir secara berlebihan? Istilah ini biasa disebut overthinking dalam bahasa “gaul” yang sering digunakan banyak orang dewasa ini. Banyak juga orang sering overthinking pada malam hari sebelum mereka tidur. Lantas, apa sebenarnya arti dari overthinking?

Overthinking adalah istilah untuk perilaku memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah kecil atau sepele dalam kehidupan, masalah besar, sampai trauma yang dirasakan di masa lalu yang membuat Anda memikirkannya secara berlebihan. Overthinking bisa terjadi pada siapa saja, hanya saja studi yang dilakukan oleh Amen Clinics pada 2017 menunjukkan bahwa wanita lebih sering overthinking dibandingkan dengan pria. Hal tersebut disebabkan karena sel-sel otak pada wanita lebih aktif dibandingkan dengan milik pria.

Kebiasaan ini dikatakan tidak baik jika dilakukan secara berlebihan. Kira-kira apakah resiko yang mengancam jika Anda terlalu sering overthinking? Berikut penjelasannya

Gangguan Tidur

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak sedikit orang overthinking malam hari saat sebelum tidur. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan dari Hope Bastine, terapis dan psikolog Inggris, menjelaskan bahwa kebanyakan overthinking terjadi pada malam hari karena waktu sebelum tidur merupakan waktu bagi otak untuk memproses hal-hal yang terjadi sepanjang hari.

Overthinking dikhawatirkan dapat menghambat waktu tidur Anda. Daripada fokus untuk menenangkan diri dan bersiap untuk terlelap, Anda justru sibuk memikirkan banyak hal sehingga sulit untuk tidur, dan akhirnya kualitas tidur Anda memburuk.

Fungsi Otak

Organ tubuh yang paling terdampak overthinking  tentu saja otak. Stres yang diakibatkan oleh overthinking dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Saat stres, otak akan memproduksi hormon kortisol yang dapat merusak dan membunuh sel-sel di otak.

Overthinking yang kronis dapat mengubah struktur dan konektivitas otak sehingga fungsi organ otak terganggu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, overthinking dapat memicu stres kronis yang menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan berlebihan dan gangguan mood.

Gangguan Pencernaan

Terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan stres, yang pada akhirnya mempengaruhi sistem pencernaan. Paparan stres menyebabkan masalah pencernaan, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas saluran cerna dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus, dan perubahan mikrobiota usus.

Tingginya kadar hormon stres dalam tubuh dapat mempengaruhi sistem pencernaan, lho. Jika stres yang terjadi berlebihan dan berlarut-larut, risiko berbagai gangguan pencernaan pun akan meningkat, seperti radang usus, sindrom iritasi usus, sekresi lambung, dan perubahan motilitas gastrointestinal.

Stres juga bisa membuat lapisan pelindung usus melemah sehingga bakteri pada usus rentan memasuki tubuh. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan peningkatan gas pada pencernaan sehingga proses penyerapan nutrisi pun bisa terganggu.

Gangguan Kesehatan Kulit

Overthinking ternyata dapat mengganggu kesehatan kulit. Ketika Anda overthinking, tubuh melepaskan zat kimia neuropeptida dan neurotransmitter yang mengubah cara tubuh Anda merespon berbagai fungsi. Hal tersebut berakibat pada kerentanan tubuh akan peradangan dan sensitivitas. Dampak khususnya terhadap kulit adalah meningkatnya risiko ruam dan memperburuk masalah kulit yang sudah ada, seperti dermatitis atopik, dermatitis seboroik, dan psoriasis.

Melemahkan Kekebalan Tubuh

Hormon kortisol yang sempat dibahas pada poin ke-2 di atas juga dapat melemahkan kekebalan tubuh. Jika kadar hormon tersebut tinggi di dalam tubuh, maka Anda dapat mudah jatuh sakit dan mengalami peradangan

Cara Menghadapi Overthinking

Dengan adanya risiko-risiko kesehatan yang mengancam, ada baiknya jika Anda tidak menyepelekan overthinking. Berikut beberapa tips mengatasi overthinking yang dapat Anda lakukan.

Sadar Sedang Overthinking

Menyadari bahwa Anda sedang overthinking merupakan langkah awal yang dapat Anda lakukan. Saat Anda merasa bahwa Anda mulai memikirkan sesuatu terlalu berlebihan dan mulai berpikir bahwa Anda tidak perlu memikirkannya maka semakin mudah Anda mengakhiri overthinking Anda.

Melatih Sifat "Mindfulness"

Mindfulness merupakan metode berpikir yang memusatkan pikiran untuk sadar sepenuhnya (here and now), menyadari tempat Anda berada, dan apa yang sedang Anda lakukan, serta tidak terlalu menanggapi terhadap apa yang berada di sekitar Anda. Fokus pada hari ini tanpa perlu mengkhawatirkan hari kemarin yang tidak bisa diubah dan hari esok yang belum terjadi.

Mindfulness juga termasuk menyadari bahwa beberapa hal berada di luar kendali Anda. Jika Anda overthinking mengenai hal-hal di luar kendali seperti masa depan, maka hal tersebut hanya akan membuang waktu masa sekarang.

Lakukan Sesuatu

Terkadang memikirkan sesuatu berlebihan secara berulang-ulang disebabkan karena Anda tidak atau belum mengambil langkah konkrit untuk mengatasi overthinking yang sedang mengganggu Anda. Ketika Anda menemui masalah, ada baiknya untuk mencari solusi dengan breakdown langkah-langkah apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu, alih-alih membuang energi untuk memikirkan sesuatu berlebihan Anda menggunakannya untuk sesuatu yang lebih berguna

Berusaha Menyayangi Diri Sendiri

Terlalu mengingat-ingat kesalahan yang Anda buat di masa lalu justru membuat Anda gagal move on. Berusahalah untuk menyayangi diri dengan berfokus pada masa sekarang. Beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan antara lain:

  1. Tuliskan apa yang mengganggu pikiran Anda pada suatu catatan
  2. Perhatikan emosi (perasaan) dan respon tubuh yang muncul
  3. Akui bahwa perasaan Anda memang benar
  4. Pegang kata-kata yang cocok dengan Anda sebagai afirmasi positif seperti “Aku pasti bisa”, “Aku yakin, aku percaya diri”, “Aku layak bahagia”, dan lain sebagainya.

Minta Bantuan

Tidak semuanya dapat diatasi oleh diri Anda sendiri. Tidak ada salahnya mencari bantuan baik dengan berbicara teman Anda maupun dengan terapis profesional. Apabila cara-cara di atas belum dapat menyelesaikan masalah overthinking anda, semoga dengan cara ini masalahnya dapat segera terpecahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *